Pergi dengan hati kosong.
Menanggapi org setengah hati.
Masak terhibur sedikit.
Hbs sholat mulai sedih.
Menatap keluar jendela.sepi.tanpa ada yg tau.
Berfikir bagaimana jika aku loncat dr gedung ini.apakah aku akan mati?
Berfikir apakah ada yg akan menangisiku ?
Teringat orang tua di rmh pikiran untuk loncat pun sirna.
Mencari kesibukan , kupas bawang , cuci cabe dll dengan hati hampa.
Pikiran ke mana2.
Banyak tangan yg membantu pekerjaan kami.
Aku kk mardhiyah ilham
Tp aku tetap hampa.
Disela waktu senggang kembali teringat.
Mata mulai berkaca2.
Tetapi ku tahan sekuat mungkin agar tidak jatuh.
Pekerjaan selesai.
Tamu2 mulai berdatangan.
Tangan2 lain yg mbantu mbakar ikan.
Aku linglung.tdk ingat akan tugas ku.
Berjalan ke kamar kosong.
Mencari ketenangan.
Lagi2 menatap keluar jendela.
Gedung yg tinggi.
Melihat kebawah.
Berfikir lagi untuk loncat.
Kali ini aku tdk bsa menahan hatiku, sedihku sakit
Dan airmata mulai tumpah .
Tdk sadar ada anak kecil menghampiriku.
Bersama dengan seorang yg tau akan kesedihanku.
Aku merasa tolol.
Kenapa 1 org harus tau.
Aku tidak ingin ada yang tau.
Cukup aku yg tau.
Mengalihkan kesedihan.
Bermain dengan anak kecil.
Mulai bsa membuatku tersenyum.
Walau hanya sebentar.
Merasa tdk penting untuk berbicara dgn org lain.
Tp aku butuh.
Demi tugasku.
Acara di mulai.
Waktu semakin berjalan .
Ocehan2 semua org membuat waktu semakin cepat berjalan.
Smpai pada waktunya aku yg berbicara.
Dan sprti biasa .
Aku kehilangan kepercayaan diri.
Sungguh tolol.
Semua org menungguku bersuara.
Dan yg keluar hanya kata2 tak istimewa.
Meluncur dr seorang gadis sepertiku.
Yg tidak ada apa2nya di banding org lain.
Seketika aku merasa semakin terpuruk.
Tetapi org2 menanggapiku dengan baik.
Sungguh memalukan.
Tp aku benar2 tdk bsa menyembunyikan.
Ekspresi wajahku saat itu.
Sedih.kesal.sakit.rapuh
Itulah yg kurasakan.
Waktu terus berjalan.
Tetapi tak kunjung ada yg pulang.
Aku muak.
Selalu seperti ini.
Menyebabkan kesalahpahaman pda org yg aku cintai.
Adik dr seseorang berkata.
"Apa dsni selalu spti ini ? "
"Kita di tahan untuk pulang ? "
Aku jawab "ya benar "
Sampai2 membuat hubunganku berantakan.
Tapi aku tdk bsa menyalahkan sypa2.
Aku yg salah.
Oleh karena itu aku selalu sedih.
Mungkin ini balasan buatku.
Balasan yg hebat.
Sampai membuatku tak mampu bergerak.
Sangking sedih dan sakitnya.
Sebuah rasa yg membuatku lupa akan segalanya.
Lupa akan keluarga.
Yaitu memikirkannya.
Dan aku pun pulang.
Tanpa mengucapkan terima kasih pada mreka.
Hanya pamit pulang dengan tampang kusut.
Berjalan dan berjalan.
Mendengarkan musik.
Tanpa memperdulikan 2 orang bercakap2 di belakang ku.
Biarlah mreka saling berbicara.
Berharap mreka tdk akan merasakan apa yg ku rasakan.
Musik yg indah.
Musik yg sedih.
Berjalan mengikuti irama musik.
Sungguh sangat sedih.
Tp apa daya.
Tdk ada yg bisa aku lakukan.
Sampai di rumah .
Kembali meratapi diri.
Curhat dengan diri sendiri.
Berharap tidak ada yg akan membaca tulisan ini.
Cerita ku.
Menanggapi org setengah hati.
Masak terhibur sedikit.
Hbs sholat mulai sedih.
Menatap keluar jendela.sepi.tanpa ada yg tau.
Berfikir bagaimana jika aku loncat dr gedung ini.apakah aku akan mati?
Berfikir apakah ada yg akan menangisiku ?
Teringat orang tua di rmh pikiran untuk loncat pun sirna.
Mencari kesibukan , kupas bawang , cuci cabe dll dengan hati hampa.
Pikiran ke mana2.
Banyak tangan yg membantu pekerjaan kami.
Aku kk mardhiyah ilham
Tp aku tetap hampa.
Disela waktu senggang kembali teringat.
Mata mulai berkaca2.
Tetapi ku tahan sekuat mungkin agar tidak jatuh.
Pekerjaan selesai.
Tamu2 mulai berdatangan.
Tangan2 lain yg mbantu mbakar ikan.
Aku linglung.tdk ingat akan tugas ku.
Berjalan ke kamar kosong.
Mencari ketenangan.
Lagi2 menatap keluar jendela.
Gedung yg tinggi.
Melihat kebawah.
Berfikir lagi untuk loncat.
Kali ini aku tdk bsa menahan hatiku, sedihku sakit
Dan airmata mulai tumpah .
Tdk sadar ada anak kecil menghampiriku.
Bersama dengan seorang yg tau akan kesedihanku.
Aku merasa tolol.
Kenapa 1 org harus tau.
Aku tidak ingin ada yang tau.
Cukup aku yg tau.
Mengalihkan kesedihan.
Bermain dengan anak kecil.
Mulai bsa membuatku tersenyum.
Walau hanya sebentar.
Merasa tdk penting untuk berbicara dgn org lain.
Tp aku butuh.
Demi tugasku.
Acara di mulai.
Waktu semakin berjalan .
Ocehan2 semua org membuat waktu semakin cepat berjalan.
Smpai pada waktunya aku yg berbicara.
Dan sprti biasa .
Aku kehilangan kepercayaan diri.
Sungguh tolol.
Semua org menungguku bersuara.
Dan yg keluar hanya kata2 tak istimewa.
Meluncur dr seorang gadis sepertiku.
Yg tidak ada apa2nya di banding org lain.
Seketika aku merasa semakin terpuruk.
Tetapi org2 menanggapiku dengan baik.
Sungguh memalukan.
Tp aku benar2 tdk bsa menyembunyikan.
Ekspresi wajahku saat itu.
Sedih.kesal.sakit.rapuh
Itulah yg kurasakan.
Waktu terus berjalan.
Tetapi tak kunjung ada yg pulang.
Aku muak.
Selalu seperti ini.
Menyebabkan kesalahpahaman pda org yg aku cintai.
Adik dr seseorang berkata.
"Apa dsni selalu spti ini ? "
"Kita di tahan untuk pulang ? "
Aku jawab "ya benar "
Sampai2 membuat hubunganku berantakan.
Tapi aku tdk bsa menyalahkan sypa2.
Aku yg salah.
Oleh karena itu aku selalu sedih.
Mungkin ini balasan buatku.
Balasan yg hebat.
Sampai membuatku tak mampu bergerak.
Sangking sedih dan sakitnya.
Sebuah rasa yg membuatku lupa akan segalanya.
Lupa akan keluarga.
Yaitu memikirkannya.
Dan aku pun pulang.
Tanpa mengucapkan terima kasih pada mreka.
Hanya pamit pulang dengan tampang kusut.
Berjalan dan berjalan.
Mendengarkan musik.
Tanpa memperdulikan 2 orang bercakap2 di belakang ku.
Biarlah mreka saling berbicara.
Berharap mreka tdk akan merasakan apa yg ku rasakan.
Musik yg indah.
Musik yg sedih.
Berjalan mengikuti irama musik.
Sungguh sangat sedih.
Tp apa daya.
Tdk ada yg bisa aku lakukan.
Sampai di rumah .
Kembali meratapi diri.
Curhat dengan diri sendiri.
Berharap tidak ada yg akan membaca tulisan ini.
Cerita ku.